Kematian George Floyd, Kepala Kepolisian Atlanta undurkan Diri

Kematian George Floyd, Kepala Kepolisian Atlanta undurkan Diri

Kepala Kepolisian Atlanta undurkan Diri

Kepala Kepolisian Atlanta undurkan Diri – Kepala polisi di Atlanta, Amerika Serikat mengundurkan diri buntut kematian George Floyd. Minggu (14/6) keterangan ini disampaikan walikota di Atlanta pada Sabtu, 13 Juni 2020.

Baca juga : Mahathir Dukung Joe Biden, Jika Trumps Kembali Terpilih Bisa Jadi Bencana

Kematian George Floyd menimbulkan kemarahan warga AS dan seluruh dunia. Mereka menuntut tindakan rasisme dan mengecam kebrutalan polisi.

Demonstran memblokir jalan raya antar negara bagian dan membakar ban. Aksi ini terjadi beberapa jam setelah Walikota Keisha Lance Bottoms mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai kepala polisi Erika Shields.

Floyd meninggal setelah seorang polisi kulit putih Minneapolis menindih lehernya selama hampir sembilan menit.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan pimpinan keagamaan, penegak hukum, dan pemilik usaha kecil di Dallas.

Solusi Kesenjangan Ekonomi

Pertemuan tersebut dilakukan sementara Donald Trump mempertimbangkan sejumlah tindakan sebagai respons terhadap protes di berbagai penjuru AS setelah kematian seorang pria keturunan Afrika-Amerika, George Floyd, saat ditahan polisi.

Diskusi mereka dinyatakan Gedung Putih akan mencakup “Berbagai solusi untuk kesenjangan ekonomi, kesehatan, dan keadilan bersejarah di kalangan masyarakat di Amerika.”

Juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan, proposal legislatif dan perintah eksekutif terkait kasus George Floyd sama-sama sedang dipertimbangkan, dan bahwa pemerintah akan menyampaikannya. “Dalam beberapa hari mendatang,” katanya.

Meski begitu, Donald Trump tidak mendukung proposal yang mengubah doktrin kekebalan memenuhi syarat, untuk membantu melindungi para petugas penegak hukum dari gugatan perdata.

“Ini hal yang tidak akan lolos dalam legislasi yang diajukan fraksi Demokrat,” ujar McEnany.

Legislatif yang menginginkan perombakan undang-undang kepolisian di AS telah diajukan para pemimpin di DPR yang didominasi fraksi Demokrat.

Tujuan perombakan undang-undang ini adalah meluaskan akuntabilitas polisi, melacak petugas melalui pencatatan nasional pelanggaran yang dilakukan polisi dan mengakhiri praktik memindahkan peralatan militer ke departemen-departemen kepolisian di seantero Amerika.

Sementara itu, Senat yang dipimpin fraksi Republik juga sedang menyusun paket legislasinya sendiri. Pada pekan depan, Komite Kehakiman Senat dijadwalkan mengadakan dengar keterangan mengenai isu tersebut.

Pada Rabu 10 Juni, Komite Kehakiman DPR menggelar dengar pendapat. Saudara dari George Floyd, Philonise mendesak para legislator menyetujui pembatasan penggunaan kekuatan oleh polisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *