5 Kisah Seram Ini Pernah Ada di Eropa pada Zaman Kegelapan

5 Kisah Seram Ini Pernah Ada di Eropa pada Zaman Kegelapan

5 Kisah Seram Ini Pernah Ada di Eropa pada Zaman Kegelapan

5 Kisah Seram Ini Pernah Ada di Eropa pada Zaman Kegelapan – Diketahui dari laman Britannica, Eropa zaman dulu pernah mengalami zaman kegelapan, yakni pada era abad pertengahan dan sebelumnya. Secara umum, zaman kegelapan di tanah Eropa terjadi pada tahun 500 hingga 1000 Masehi. Namun, jika ditarik garis waktu yang lebih luas, zaman kegelapan Eropa terjadi pada rentang 300—1400-an Masehi.

Nah, dalam era kegelapan tersebut, apakah kalian tahu ada beberapa kisah menyeramkan yang pernah tercatat dalam sejarah. Buat kamu yang penasaran dengan kisah-kisah tak lazim dalam era kegelapan tersebut? Yuk simak ulasan  login poker online idnplay berikut ini.  

1. Penyakit dianggap  kutukan dan gangguan supernatural 

Sebetulnya sudah ada pengobatan dan metode medis yang digunakan oleh tabib di Eropa pada zaman kegelapan. Namun, kebanyakan masyarakat Eropa di zaman tersebut akan dengan mudah percaya dengan hal-hal di luar nalar dan logika. Mereka akan menganggap penyakit-penyakit berat yang tak terobati adalah hasil dari kutukan atau ilmu hitam.

Ditulis dalam laman Medical News Today, keilmuan medis dan kedokteran di era gelap Eropa memang belum maju dan orang-orang akan lebih percaya pada hal-hal di luar kaidah ilmiah. Itu sebabnya, ada banyak penyakit yang tak dapat ditangani dengan baik meskipun sudah ditangani oleh tabib berpengalaman.

Pada zaman kegelapan, harapan hidup orang-orang desa di Eropa hanya mencapai 35 tahun. Bahkan, menurut statistik, ada 1 kematian bayi dari 5 kelahiran yang terjadi di Eropa Barat saat itu. Jangan harap ada layanan kesehatan di zaman itu. Sangat jarang ada orang yang merasakan bangku sekolah sehingga pola pikir mereka terbelakang.

2. Isu vampir dan manusia serigala sudah menjadi hal lumrah 

Vampir atau vampire adalah makhluk mitos yang disebut-sebut sering mengisap darah manusia. Konon katanya, vampir merupakan makhluk yang abadi, begitu juga dengan manusia serigala yang sama-sama dianggap sebagai makhluk mitos dan dipercaya oleh orang-orang Eropa zaman dulu.

Sebetulnya, mitos mengenai drakula atau vampir lebih heboh terdengar pada 1400-an akibat kekejaman raja bernama Vlad Sang Penyula asal Romania yang memiliki metode sadis dalam menghabisi musuh-musuhnya. Namun, jauh sebelum itu, kepercayaan masyarakat Eropa terhadap makhluk mitos tersebut sudah ada pada awal-awal abad pertengahan.

3. Peperangan yang tiada henti 

Sama seperti bangsa-bangsa lainnya, Eropa di zaman kegelapan juga mengalami banyak peperangan yang menghabiskan sumber daya masyarakatnya. Bahkan, kemiskinan adalah hal biasa yang selalu tampak di Eropa zaman dulu. Peperangan bisa terjadi akibat konflik perang saudara dan juga akibat invasi bangsa luar.

Negara-negara, seperti Inggris, Prancis, Austria, Italia, dan Jerman sudah melakukan banyak peperangan sejak zaman dulu. Bahkan, menurut laman English Heritage, Inggris merupakan salah satu negara Eropa yang paling sering melakukan peperangan di Eropa. Dari generasi ke generasi, kerajaan Inggris sudah terbiasa dengan peperangan, baik itu dengan negara tetangga maupun dengan negara asing.

Perang-perang besar di zaman kegelapan dan abad pertengahan yang tercatat dalam sejarah adalah Perang Salib, Pertempuran Heldaler, perang sipil di Kerajaan Georgia, konflik Inggris/Prancis, dan beberapa pemberontakan besar yang pernah terjadi di kerajaan Inggris.

4. Hukuman dan eksekusi sadis bagi siapa saja yang dianggap sesat dan murtad 

Bagi orang-orang yang dituduh sesat, murtad, dan memiliki ilmu gaib, mereka akan mendapatkan hukuman dan eksekusi berupa hukuman mati yang biasanya dibakar hidup-hidup, dicatat dalam History. Hukuman jenis ini sudah dipraktikkan di Eropa sejak zaman kegelapan hingga abad pertengahan.

Inggris dan Prancis merupakan negara di Eropa yang di abad pertengahan sangat sering menerapkan hukuman di tengah-tengah publik. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera dan ketakutan masyarakat terhadap kerajaan dan pemimpin keagamaan yang berpengaruh.

Selain dibakar hidup-hidup, terdakwa pada saat itu juga bisa digantung, dipenggal, direbus hidup-hidup, bahkan dihancurkan hingga tubuh terpotong menjadi beberapa bagian. Eksekusi-eksekusi sadis tersebut merupakan hal lumrah dan dijadikan cara untuk menekan tingkat kriminalitas.

5. Perburuan penyihir secara besar-besaran 

Penyihir adalah salah satu tokoh mitos yang paling sering diburu di tanah Eropa. Faktanya, perburuan para penyihir yang pernah terjadi di Eropa telah menelan ratusan ribu korban jiwa. Era takhayul dan anggapan adanya penyihir memang sempat tumbuh subur di Eropa Barat pada tahun 1000—1500 Masehi, seperti ditulis dalam laman Oxford Bibliographies.

Ada banyak penyakit dan nasib sial yang selalu dihubungkan dengan keberadaan penyihir di kota tersebut. Pihak pengadilan—pada saat itu mayoritas masih bersifat puritan—telah menjadi garda terdepan bagi penerapan hukuman dan eksekusi kejam kepada siapa saja yang dianggap penyihir atau penguasa ilmu sihir.

Bahkan, nasib ilmuwan yang hidup di zaman kegelapan juga tak kalah menyedihkan. Pasalnya, pemikiran mereka yang mengandalkan nalar dan logika sering kali dianggap sesat dan tabu bagi mayoritas publik Eropa. Tak jarang, mereka juga kerap menjadi tertuduh sebagai penyihir dan harus mendapatkan eksekusi yang seharusnya tidak mereka dapatkan.