5 Negara di Eropa yang Aman Dikunjungi Saat Pandemi Corona

5 Negara di Eropa yang Aman Dikunjungi Saat Pandemi Corona

5 Negara di Eropa yang Aman Dikunjungi Saat Pandemi Corona

5 Negara di Eropa yang Aman Dikunjungi Saat Pandemi Corona – Beberapa negara di Eropa mulai membuka perbatasan untuk kembali menyambut wisatawan pasca-pandemi. Sebelumnya, hampir seluruh negara di Eropa telah memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Situs web perjalanan, European Best Destination, merilis sebuah laporan yang menguraikan beberapa pilihan destinasi di Eropa yang aman dikunjungi saat pandemi.

Negara-negara yang dianggap aman oleh European Best Destination merupakan negara yang menerapkan protokol kesehatan khusus Deposit Poker 10000. Berikut informasi selengkapnya.

1. Yunani 

Jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa, Yunani menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus dan kematian COVID-19 yang paling rendah. Saat ini, Yunani sudah membuka kafe, restoran, dan bar dengan operasional teras/outdoor. 
Yunani memiliki 50 kali lebih sedikit orang yang terinfeksi daripada sebagian besar tempat-tempat Eropa lainnya, dan sistem perawatan kesehatan tidak kewalahan selama krisis kesehatan. Menurut penelitian, Yunani juga memiliki lebih banyak tempat tidur rumah sakit per kapita daripada banyak negara Eropa lainnya.
Saat industri pariwisata kembali dibuka, berbagai peraturan akan diterapkan kepada para wisatawan, termasuk soal jaga jarak. Wisatawan yang akan menikmati keindahan Pantai Athenian Riviera misalnya, harus berjarak 10 meter.
Memasuki musim panas ini, Yunani akan membuka sekitar 515 pantai dengan panduan yang sangat ketat. Klub-klub di pantai boleh dibuka tanpa alkohol, sementara fasilitas musik, olahraga, kursi berjemur, hingga kanopi harus disemprot disinfektan ketika wisatawan baru datang. 
2. Georgia 
Sama seperti Yunani, Georgia juga memiliki jumlah kasus virus corona yang tergolong sedikit. Georgia bereaksi dengan cepat ketika virus corona mulai mewabah.
Menurut penelitian, jumlah kasus COVID-19 di Georgia sekitar 260 kali lebih rendah dari pada negara-negara Eropa yang paling terkena dampaknya. Perbatasan Georgia akan segera dibuka pada 1 Juli mendatang, berbagai protokol kesehatan pun akan dilakukan untuk menjaga wisatawan domestik maupun mancanegara.
Hingga Selasa (16/6) jumlah kasus virus corona di Georgia mencapai 879 orang, dengan 704 orang sembuh dan 14 orang meninggal dunia. 

3. Portugal 

Dengan jumlah kasus 40 kali lebih rendah dari sebagian besar negara tujuan di Eropa, Portugal dianggap menjadi tujuan yang baik untuk dikunjungi. Beberapa destinasi yang cukup baik menangani penyebaran COVID-19 di Portugal, yaitu Kepulauan Azores, Algarve, dan Madeira.
Portugal juga baru-baru ini mengumumkan rencana menyambut kembali wisatawan. Bagi wisatawan yang datang ke Kepulauan Azores, akan melalui pemeriksaan COVID-19 dan menunggu selama 72 jam jika dinyatakan negatif.
Selain itu, jika wisatawan berkunjung ke Kepulauan Madeira, maka akan dikarantina selama 14 hari. Sementara itu, Kepulauan Azores, Algarve dan Madeira telah tercatat sebagai contoh destinasi terbaik di Portugal. 

4. Kroasia 

Kroasia juga menjadi salah satu negara di Eropa yang memiliki kasus virus corona yang paling sedikit, sekitar 20 kali lebih rendah dari negara-negara di Eropa lainnya. Sama seperti Yunani, Kroasia merupakan salah satu negara Eropa yang memiliki jumlah tempat tidur rumah sakit tertinggi per penduduk.
Negara ini sudah menyesuaikan diri dengan konsep pariwisata baru di tengah pandemi COVID-19. Baru-baru ini, Kroasia menawarkan pelayaran pribadi yang nantinya akan berlayar pada 2021. 

5. Rumania 

Dibandingkan negara-negara lain di Eropa yang paling terpengaruh kasus COVID-19, Rumania memiliki kasus 15 kali lebih sedikit. Saat ini, kasus virus corona di Rumania mencapai 22.165 dan 1.427 kematian.
Menurut Romania-insider, negara ini menerapkan aturan karantina untuk wisatawan mancanegara yang memiliki kasus COVID-19 terendah. Tahun 2019 lalu, Rumania dianggap sebagai destinasi dengan pertumbuhan tercepat bagi wisatawan Inggris.