Bangunan Tua Khas Eropa di Nagasaki

Bangunan Tua Khas Eropa di Nagasaki

Bangunan Tua Khas Eropa di Nagasaki, Jepang yang Perlu Dikunjungi

Bangunan Tua Khas Eropa di Nagasaki – Jepang tak ada hentinya dalam kreativitas dan keseriusan dalam menjalaninya. Beragam destinasi wisata yang menarik dihadirkan bagi kepuasan wisatawan. Nagasaki merupakan kota penuh sejarah yang pernah luluh lantah akibat bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan berbuntut pada menyerahnya Jepang dalam Perang Dunia II.

Menilik ke belakang ternyata kota Nagasaki menjadi satu-satunya kota di Jepang yang membuka diri dengan kedatangan bangsa Portugal pada abad ke 17. Kemudian kota ini menjadi tempat perdagangan internasional antara Jepang dengan bangsa Portugal, Belanda, dan lainnya. Tak heran apabila kota ini menyimpan bangunan-bangunan khas Eropa yang berbeda dari kota lain di Jepang.

Nah, buat kalian yang ingin tahu apa saja bangunan kuno bergaya Eropa yang ada di Nagasaki, doelgercenter.com akan memberikan ulasannya berikut ini.

Ōura Church

Ada pula Ōura Church yang sudah dibangun pada tahun 1864 oleh komunitas misionaris asal Prancis. Maka dari itu, gereja Katolik ini menjadi gereja tertua yang ada di Jepang. Selain itu gereja ini juga dibangun untuk mengenang 26 orang penganut kristiani yang dieksekusi karena larangan untuk menganut agama nasrani.

Di samping itu, dalam gereja ini terdapat museum yang menyimpan sejarah agama Katolik di Jepang. Menariknya untuk mengunjungi museum ini sama sekali tidak dikenakan biaya atau gratis.

Dutch Trading Post

Dutch Trading Post atau disebut juga dengan Hirado Trading Post adalah salah satu pusat perdadangan di Asia Timur pada awal abad ke 17. Gedung ini memang terletak 120 km dari kota Nagasaki, tepatnya di Hirado yang lokasinya di sebelah utara Prefektur Nagasaki.

Bangunan ini menjadi pusat perdagangan antara VOC dan Jepang pada waktu itu. Sebelum pada tahun 1640, seluruh failitas perdagangan milik Belanda dipindah ke Dejima yang ada di dekat kota Nagasaki.

Menghadirkan Ciri Khas Negara Eropa yang Dipadu Secara Apik

Urakami Cathedral

Urakami Cathedral adalah gereja Katolik yang bertempat di sebelah timur kota Nagasaki, tepatnya di distrik Motoomachi. Gereja ini dibangun pada tahun 1895 setelah pemerintah setempat menghapus larangan untuk menganut agama nasrani.

Gereja Katolik ini memiliki gaya Neo-Romanesque yang sangat khas Eropa serta dalam pembangunannya didampingi oleh Pierre Fraineau. Namun bangunan ini sempat mengalami kerusakan hebat akibat bom atom di tahun 1945 dan dibangun kembali di tahun 1959.

Dejima

Dejima merupakan distrik kuno yang dulunya dipisahkan oleh sebuah kanal dari kota Nagasaki. Area ini digunakan sebagai tempat singgah pedagang asal Portugal dan Belanda yang berdagang di Jepang. Mulanya area ini dibangun oleh pedagang asal Portugal pada abad ke 17 dan kemudian digunakan pula oleh pedagang asal Belanda.

Distrik kecil seluas 9000 meter persegi ini menyimpan berbagai bangunan bergaya Eropa dan Jepang yang sangat khas. Tempat ini juga menjadi diperkenalkannya berbagai benda, karya seni asal Eropa kepada publik Jepang.

Dutch Slope

Terakhir terdapat Dutch Slope yang sebenarnya merupakan jalan paving yang menuju ke area perbukitan di Nagasaki. Sekitar jalan ini dulunya merupakan tempat singgah para pedagang asal Belanda, sejak diperbolehkannya perdagangan internasional di Jepang pada tahun 1859.

Tak heran apabila terdapat beberapa peninggalan bangunan berarsitektur Belanda di kawasan ini. Bahkan bangunan rumah milik keluarga Eropa yang masih sangat terawat hingga kini beserta furnitur kuno di dalamnya.

Itu tadi beberapa bangunan bersejarah di Nagasaki yang memiliki arsitektur khas Eropa. Kalau kalian mau berkunjung ke mana nih?