Belut Eropa yang Mati Setelah Bertelur

Belut Eropa yang Mati Setelah Bertelur

Fakta Unik Belut Eropa yang Mati Setelah Bertelur

Belut Eropa yang Mati Setelah Bertelur – Setiap musim gugur, belut di Eropa akan bermigrasi dari sungai-sungai menuju Samudera Atlantik. Perjalanan itu dilakukan agar belut dapat bertelur untuk pertama kalinya, sebelum akhirnya hewan itu mati.

Sesuai dengan namanya belut ini habitatnya memang di Eropa sebelum nanti mereka bermigrasi untuk berkembang biak. Hewan yang mempunyai nama ilmiah Anguilla anguilla ini sering diburu untuk dijadikan santapan tetapi kemudian mengakibatkan populasi dari spesies ini berkurang.

Belut Eropa mempunyai beberapa hal menarik yang tak banyak dimiliki oleh spesies belut pada umumnya. Lalu apa yang membuat belut Eropa ini istimewa? Ketahui fakta uniknya berikut ini.

Mati setelah bertelur

Belut Eropa bermigrasi untuk melakukan pembuahan ke Laut Sargasso. Belut Eropa setelah bertelur di Laut Sargasso, mereka akan mati kemudian anak-anaknya akan kembali ke sungai di Eropa hingga kemudian setelah dewasa mereka akan kembali ke Laut Sargasso untuk melakukan siklus yang sama. Oleh karena itu, belut Eropa ini bertelur sekali dalam hidupnya

Panjangnya bisa mencapai 1 meter

Panjang belut Eropa normalnya adalah sekitar 60-80 cm,memang jarang sekali belut Eropa mempunyai panjang lebih dari satu meter. Namun dalam beberapa kasus panjangnya bisa sampai 1,5 meter.

Belut yang tergolong spesies hampir punah

Akibat adanya pencemaran lingkungan, seperti kontaminasi air, penangkapan yang terus menerus dan berlebihan, ancaman predator dan hal-hal lain yang mengganggu habitat membuat belut Eropa terancam punah. M

enurut jurnal Science of the Total Environment pada laman www.ncbi.nlm.nih.gov menjelaskan lebih detail tentang menurunnya spesies belut Eropa yaitu karena terdapat masalah air yang bercampur dengan kokain. Masalah ini tentu akan mengganggu belut untuk melakukan migrasi ke Laut Sargasso, yang bisa mati sebelum melakukan pembuahan.

Perjuangan yang Harus ditempuh Belut Itu Untuk Mencapai Tempat Pembuahan

Melakukan perjalanan 4.800 km untuk berkembang biak

Uniknya belut Eropa tak berkembang biak di habitatnya melainkan mereka bermigrasi ke laut Sargasso. Laut Sargasso ini terletak di Samudera Atlantik. Hasil penelitian yang dilansir BBC, menjelaskan bahwa jarak yang ditempuh oleh belut Eropa ini bisa lebih dari 4.800 km atau bahkan bisa mencapai 3.107 mil (5.000 km).

Ini tergantung jalur mana yang ditempuh, bisa lebih cepat atau bisa lebih lama karena diduga belut pun melakukan strategi agar mencapai tujuan lebih cepat.

Melakukan perubahan warna

Dilansir BBC News Science & Environment, belut ini awalnya memiliki tubuh yang transparan. Kemudian mula-mula akan berubah menjadi coklat agak kuning. Lalu berubah menjadi silver hingga setelah dewasa akan berubah warna menjadi gelap.

Mengetahui navigasi dengan medan magnet bumi

Bayi-bayi belut Eropa untuk kembali ke habitatnya yaitu sungai-sungai di Eropa, mereka mengandalkan medan magnet bumi. Hal ini telah diteliti oleh Lewis C. Naisbett-Jones et al yang menerbitkan jurnal berjudul “A Magnetic Map Leads Juvenile European Eels to the Gulf Stream”.

Naisbet-Jones menyebutkan, ketika belut Eropa yang masih muda diletakkan dalam tangki air asin yang dikelilingi oleh kawat tembaga maka ketika dialirkan arus listrik, belut tersebut berenang ke arah medan magnet sebagai acuan. Hal ini membuktikan bahwa belut Eropa yang masih muda mengandalkan medan magnet bumi sebagai navigasinya.

Itu dia fakta unik mengenai belut Eropa, semoga kita sebagai manusia bisa menjaga dan tidak merusak habitatnya ya.