Harga Minyak Mentah Turun Akibat Lockdown di Eropa

Harga Minyak Mentah Turun Akibat Lockdown di Eropa

Harga Minyak Mentah Turun Akibat Lockdown di Eropa

Harga Minyak Mentah Turun Akibat Lockdown di Eropa – Harga minyak turun lebih dari 3% pada perdagangan hari ini, Senin dan menyentuh level terendah dalam lima bulan terakhir. Gelombang kedua virus corona di Eropa menyebabkan penurunan tersebut. Selain itu, para pedagang pun bersiap menghadapi turbulensi di pekan penentuan pemilihan presiden Amerika Serikat.

Dikutip dari CNBC, Jumat (6/11/2020), harga minyak mentah Brent turun 38 sen atau 0,9 persen menjadi USD 40,85 per barel dan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menetap 36 sen atau 0,9 persen lebih rendah pada level USD 38,79. Kedua kontrak tersebut melonjak sekitar 4 persen pada hari Rabu.

Komisi eksekutif Uni Eropa menurunkan perkiraan aplikasi idnplay apk ekonominya pada Kamis pagi, menambahkan bahwa ekonomi tidak akan pulih ke level sebelum virus hingga 2023.

“Ada kelelahan dari pasar karena penguncian yang diperbarui dan upaya serta kerusakan yang harus dilakukan terhadap ekonomi,” kata John Kilduff, Mitra di Again Capital LLC di New York.

Lockdown di Eropa akan menghilangkan 1,5 juta barel per hari dari permintaan minyak, Kilduff menambahkan.

Kandidat Demokrat Joseph Biden memperkirakan kemenangan atas Presiden Donald Trump setelah memenangkan dua negara bagian AS yang kritis. Sementara sang petahana dari Partai Republik itu menuduh penipuan tanpa bukti, mengajukan tuntutan hukum dan menuntut penghitungan ulang dalam kontes pahit yang belum diputuskan.

Penghitungan dan tren suara saat ini menunjukkan bahwa Partai Republik siap untuk mempertahankan kendali atas Senat AS, sementara Demokrat akan memegang mayoritas yang tipis di Dewan Perwakilan Rakyat.

Harga minyak telah melonjak pada hari Rabu di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya atau yang disebut sebegaia OPEC+ akan menunda untuk mengembalikan pasokan 2 juta barel per hari pada bulan Januari, mengingat permintaan telah dilemahkan oleh Covid-19.

Perdagangan Kemarin

Harga minyak melonjak pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Donald Trmp keliru mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS.

Kemenangan Trump dipandang sebagai bullish untuk harga minyak karena sanksi terhadap Iran dan dukungannya untuk pemotongan produksi minyak.

Trump secara keliru mengklaim telah menang atas penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden. Trump mengatakan bahwa dia yakin akan memenangkan kontes sebelum beberapa negara bagian menyelesaikan penghitungan suara dalam beberapa jam atau hari ke depan.