Harga Minyak Turun Gara-gara Lockdown di Eropa

Harga Minyak Turun Gara gara Lockdown di Eropa 620x400 - Harga Minyak Turun Gara-gara Lockdown di Eropa

Harga Minyak Turun Gara-gara Lockdown di Eropa

Harga Minyak Turun Gara-gara Lockdown di Eropa – Harga minyak turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik dari keuntungan dua hari beruntun sebelumnya, karena penguncian atau lockdown di sejumlah negara Eropa untuk membendung lonjakan infeksi Covid-19, sehingga meredupkan prospek pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

Dilansir dari icsdchurches.com, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember melemah 0,05 persen, menjadi 43,14 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November menetap pada harga 40,96 dolar AS per barel. Lalu untuk Mars US turun 0,19 persen menjadi 41,46 dolar AS per barel.

Pemangkasan produksi minyak oleh OPEC+

OPEC dan sekutunya dalam kelompok yang disebut OPEC+ akan menurunkan pemangkasan produksi pada Januari sebesar dua juta barel per hari (bph), dari 7,7 juta barel per hari saat ini. Komite Teknis Bersama, yang mencakup perwakilan dari produsen utama OPEC+ seperti Arab Saudi dan Rusia, bertemu untuk meninjau kepatuhan dengan pengurangan produksi minyak globalnya.

OPEC+ membuat sedikit kemajuan pada September dalam mengkompensasi kelebihan produksi pada bulan-bulan sebelumnya, angka yang diberikan kepada Reuters oleh sumber OPEC menunjukkan pada Kamis. “Tampaknya Arab Saudi semakin tidak sabar, baik karena kurangnya kepatuhan dari pihak lain maupun harga minyak yang rendah,” kata kepala pasar minyak di Rystad Energy, kata Bjornar Tonhaugen.

Pasar Harus Menghadapi Tekanan Ganda dari Kehancuran Permintaan yang Disebabkan Oleh Covid-19

Pemberlakuan jam malam dan lockdown di Eropa

Di Eropa, beberapa negara menghidupkan kembali jam malam dan lockdown untuk melawan lonjakan kasus baru virus corona, dengan Inggris memberlakukan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di London pada Jumat.

“Lonjakan virus corona memaksa Eropa mengaktifkan kembali pembatasan pandemi dan itu melumpuhkan perkiraan permintaan minyak mentah jangka pendek,” kata analis pasar senior di OANDA di New York, Edward Moya seperti dilansir icsdchurches.com.

“Permintaan lesu akan memaksa (OPEC+) untuk menunda pelonggaran pengurangan produksi minyak,” katanya menambahkan.

Permintaan minyak pulih lebih lambat dari perkiraan

Sekretaris Jenderal OPEC mengatakan permintaan pulih lebih lambat dari yang diharapkan dan OPEC+ akan memastikan harga minyak tidak turun tajam lagi ketika bertemu pada akhir November. Pedagang minyak global terkemuka Vitol, Trafigura dan Gunvor mengatakan mereka melihat pemulihan permintaan minyak yang lambat karena pandemi bangkit kembali.