Kisah Sejarah Perburuan ‘Penyihir’ di Tanah Eropa

Kisah Sejarah Perburuan 'Penyihir' di Tanah Eropa

Kisah Sejarah Perburuan dan Eksekusi ‘Penyihir’ di Tanah Eropa

Kisah Sejarah Perburuan ‘Penyihir’ di Tanah Eropa – Penyihir telah menjadi momok semenjak ratusan tahun lalu. Mereka ditakuti sehingga dibenci.Keberadaan mereka tercatat dalam sejarah masa lalu di seluruh penjuru dunia. Kisah tentang penyihir barangkali telah menjadi sebuah cerita rakyat yang melegenda dan sempat hidup subur pada tatanan sosial masyarakat di dunia pada umumnya.

Bahkan, Eropa di era kegelapan juga pernah kental dengan cerita-cerita takhayul yang tak masuk di akal, nyatanya zaman dulu mereka sering berburu penyihir, vampir, dan manusia serigala. Sayangnya, dalam perburuan dan eksekusi penyihir yang dilakukan oleh banyak kerajaan Eropa di zaman kuno, mitos dan rumor lebih dianggap sebagai bukti kuat untuk merajam dan membakar tersangka hidup-hidup.

Yuk, kita belajar sejarah tentang perburuan dan eksekusi besar-besaran terhadap mereka yang dulunya dianggap penyihir. Dibaca, ya!

Kisah perburuan penyihir secara besar-besaran di Skotlandia pada abad ke-16 dan 17

Dilansit oleh amorvacui.org laman sains Smithsonian Magazine mencatat bahwa di abad ke-16 dan 17, di Skotlandia ada sediktinya 3.000 orang yang dituduh telah melakukan praktik sihir. Pada rentang tahun 1600-an memang perburuan dan eksekusi terhadap penyihir dilakukan secara masif di tanah Skotlandia.

Bahkan, parahnya lagi, kasus-kasus pertengkaran dalam rumah tangga pun bisa berujung pada pengadilan yang pada akhirnya menjatuhkan hukuman mati karena dikaitkan dengan hal-hal mistis. Peta persebaran perburuan penyihir di abad 16 dan 17 telah diteliti di zaman modern oleh ahli sejarah dari Universitas Edinburgh.

Seorang dokter atau tabib Skotlandia di zaman kuno bisa dianggap tukang sihir. Seperti eksekusi seorang tabib bernama Janet Boyman pada 1572, ia dituduh melakukan praktik sihir karena dapat menyembuhkan pasien dengan obat-obat rahasianya. Bahkan, ia dianggap sebagai tukang ramal yang dapat meramalkan kematian. Padahal, Janet hanya memprediksi kematian pasien akibat penyakit keras yang dideritanya.

Prancis Memiliki Tatanan Sosial yang Cenderung Puritan

Kisah hukuman mati bagi siapa saja yang dianggap penyihir di Prancis pada abad ke-14 hingga 16

Prancis juga tak mau kalah dalam usaha memburu dan mengeksekusi orang-orang yang dianggap sebagai tukang sihir. Bahkan, Prancis sudah banyak melakukan praktik eksekusi tersebut sejak awal abad ke-14, seperti diulas dalam laman Encyclopedia. Pada abad kegelapan tersebut, Prancis memiliki tatanan sosial yang cenderung puritan dan fanatik pada dogma-dogma keagamaan.

Sejak era 1300-an, kisah-kisah perburuan dan eksekusi penyihir di Prancis secara umum tercatat dengan baik dan masih bisa ditelusuri hingga kini. Alasan klasik masih menjadi penyebab utama di balik hukuman mati “penyihir sakti” tersebut. Mulai dari kebencian, kefanatikan terhadap ideologi, ketidakpahaman akan sains, hingga rumor yang penuh dengan mitos, semua menjadi dasar hukum untuk membunuh dukun atau tukang sihir.

Eksekusi 3 penyihir terakhir di tanah Inggris pada 1632

Entah apa yang dilakukan wanita bernama Mary Trembles, Temperance Lloyd, dan Susanna Edwards, sampai-sampai mereka bertiga harus dieksekusi mati oleh masyarakat dan pengadilan Inggris pada 1632. Sebetulnya, pada 1660, pengadilan Inggris sudah memasuki masa pemulihan dan banyak orang-orang yang tak terbukti bersalah dibebaskan.

Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi ketiga wanita tersebut karena rumor negatif yang begitu kuat memojokkan mereka sebagai tukang sihir, dicatat dalam Devon Life. Bahkan, tersangka “penyihir” tersebut juga berasal dari kota yang cukup maju saat itu. Mengingat bahwa biasanya kasus-kasus penyihir marak terjadi di desa-desa terpencil.

Peneliti sejarah juga menyatakan bahwa di zaman dulu, orang-orang Inggris akan dengan mudah menuduh seseorang sebagai tukang sihir. Hanya karena orang tersebut tidak bergaul dengan supel pada warga desa. Asosial dan ditambah dengan kebencian warga terhadap seseorang, bisa menjadi tuduhan serius dan berujung pada tiang gantungan.

Itulah beberapa kisah sejarah mengenai perburuan dan eksekusi orang-orang yang dianggap penyihir di Eropa pada zaman kuno. Semoga artikel ini dapat memperkaya wawasan kamu, ya!