Mengenal kapasitas mesin sepeda motor secara umum

Mengenal kapasitas mesin sepeda motor secara umum

Kapasitas mesin sepeda motor

Mengenal kapasitas mesin sepeda motor secara umum – Perkembangan di dunia otomotif semakin pesat, tak terkecuali sepeda motor. Teknologi yang disajikan pada sepeda motor ternyata juga memunculkan berbagai konfigurasi mesin.

Tercatat ada 7 konfigurasi mesin sepeda motor yang melaju di jalan raya. Konfigurasi ini berbeda dari satu pabrikan ke pabrikan lain. Karena perbedaan itu seakan-akan konfigurasi mesin menjadi ciri khas.

Sekarang ini banyak sekali jenis motor yang diputar di tanah air, mulai dari jenis bebek, skuter, hingga sport . Mereka hadir dengan gaya dan pesona khusus dan kadang-kadang mendukung para calon pembeli saat memilih.

Pembahasan kapasitas mesin secara umum

Pandangan umum

Mesin bersilinder tunggal paling banyak digunakan oleh beragam jenis motor, mulai dari motor bebek, skutik, hingga motor dengan karakter sport . Motor dengan jenis mesin ini terlihat ringkas dan kompak. Mesin jenis ini menekankan pada efisiensi ruang dan bahan bakar, juga hanya digunakan pada volume mesin yang kurang dari 400cc.

Sementara mesin dua silinder diciptakan untuk mendongkrak tenaga dan kecepatan. Tak heran jika motor bermesin ini bisa dipenunjukkan berpenampilan sporty. Hingga saat ini belum ada motor bebek dan skuter yang menggunakan pengaturan dua silinder.

Mesin ini sangat familiar di Indonesia. Pasalnya banyak sepeda motor di pasaran yang menggunakan mesin ini. Dikatakan mesin 1 silinder lantaran hanya memiliki 1 piston. Kebanyakan mesin 1 silinder memiliki kapasitas mesin di bawah 250 cc. Tapi tak jarang pula mesin dengan kapasitas lebih yang menganut sistem ini. Kawasaki KLR 650 keluaran tahun 2007 menggunakan 1 silinder meskipun berkapasitas 650 cc. KTM juga menganut sistem ini untuk Duke 690 cc.

Karakter mesin

mesin berbasis 2 silinder memiliki piston yang lebih kecil, lebih ringan, dan jumlah katup yang lebih banyak. Namun, walau pistonnya lebih ringan, mesin ini tetap lebih berat dan lebih besar dari mesin 1 silinder. Karakter mesin jenis ini lebih bertenaga di putaran atas, sehingga nyaman untuk melibas jalan lurus atau melakukan perjalanan jarak jauh. Terlebih mesin ini biasanya menggunakan Teknologi DOHC.

Banyak sepeda motor berkapasitas di atas 200 cc yang menggunakan mesin 2 silinder. Kita dapat menjumpai jenis mesin ini pada sepeda motor seperti, Kawasaki Ninja 250, Yamaha R25, dan Suzuki Inazuma. Bahkan pabrikan asal Jerman, BMW, menggunakan sistem ini pada F 800 GS.

Mesin ini memiliki power yang besar namun tidak terdapat kesulitan dalam perawatannya. Torsi yang dihasilkan cukup merata pada setiap putaran (rpm). Begitu pula dengan getaran mesin, cukup merata pada putaran bawah, tengah, dan atas.

Tenaga mesin

Mesin 1 silinder memiliki torsi yang besar. Tak jarang pula dijumpai sepeda motor trail dengan kapasitas besar menggunakan 1 silinder saja. Getaran yang dihasilkan cukup terasa dan semakin keras pada mesin berkapasitas di atas 250 cc.

Meskipun torsi yang dihasilkan cukup baik, mesin jenis ini memiliki catatan buruk pada urusan top-speed. Sayangnya pada mesin dengan posisi tidur, torsi yang dihasilkan tidak sebesar mesin vertikal meskipun berkapasitas sama. Namun mesin tidur lebih mudah dikuasai ketika bermanufer.

Mesin dengan 2 silinder ini menghasilkan getaran yang tinggi, Namun getaran tersebut bisa diminamilisir dengan berbagai teknologi. Suara yang dihasilkan berbeda dengan 1 silinder. Yang menjadi kekurangan adalah torsi yang terlalu liar dan center of gravity atau pusat grafitasi motor berada di titik yang cukup tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *