Pandemi Covid-19 pada Kesehatan Kulit

Pandemi Covid-19 pada Kesehatan Kulit

Dampak Pandemi Covid-19 pada Kesehatan Kulit

Dampak Pandemi Covid-19 pada Kesehatan Kulit – Tak hanya berdampak pada kesehatan mental, pandemi Covid-19 juga memberikan dampak tidak langsung terhadap kesehatan kulit. Dampak itu hadir saling berbeda satu sama lain.

Ahli dermatologi, Lilik Norawati mengatakan, anjuran untuk tetap berada di rumah, rajin mencuci tangan, dan menggunakan masker jadi sederet faktor yang memengaruhi kesehatan kulit. Ketiganya membawa dampak positif dan negatif yang saling berbeda.

Berikut dampak pandemi Covid-19 pada kesehatan kulit. Dengan berada di rumah, seseorang tak akan terlalu banyak terpapar sinar matahari. Selain itu, berada di rumah juga membuat seseorang kerap menanggalkan riasan atau makeup sehingga kulit bisa bernapas.

Namun, kerugian akan terasa bagi Anda yang kerap menggunakan Poker Online Indonesia air conditioner (AC). Terekspos AC membuat kulit jadi kering. Kampanye cuci tangan ditemui di manapun.

Sadar atau tidak, pandemi Covid-19 membuat permukaan kulit tak bertemu dengan kosmetik atau makeup. Berminggu-minggu tanpa riasan rupanya bukan hal yang buruk.

Ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dari ‘puasa makeup’ mulai dari berkurangnya jerawat hingga garis-garis penuaan yang kian menipis.

Berikut beberapa manfaat berminggu-minggu tanpa makeup untuk kesehatan kulit, melansir Women’s Health Magazine. Namun, terlalu sering mencuci tangan pun malah menimbulkan masalah baru seperti tangan kering, pecah-pecah, hingga timbul iritasi. Hal yang sama juga akan terjadi karena kebiasaan menggunakan hand sanitizer.

Tanpa makeup untuk kesehatan kulit

Untuk mencegah masalah berkepanjangan, Nora menyarankan untuk memilih sabun tangan tanpa pewangi dan pewarna, sabun antiseptik, serta sabun berpelembap.

Gunakan pelembap dengan kandungan ceramide atau pseudo-ceramide setelah cuci tangan. Ceramide merupakan pelembap alami kulit. Hindari cuci tangan dengan menggunakan air panas.

Selain itu, pilih juga hand sanitizer yang mengandung etanol dan isopranol. “Ini bahan-bahan yang aman dan dianjurkan,” kata Nora.

Masker memicu oklusi atau tekanan pada kulit. Tekanan masker bisa menimbulkan luka dan iritasi hingga muncul dermatitis kontak dan jerawat. “Jerawat timbul pada area yang tertutup masker, ini khas sekali,” kata Nora.

Agar penggunaan masker tetap aman, aplikasikan pelembap untuk mengurangi gesekan, rutin menggunakan pembersih wajah dengan bahan yang tidak memicu iritasi, dan tidak menggunakan riasan yang terlalu tebal atau berat webingmedia.com

Selain itu, Nora mengatakan, stres selama pandemi juga berpengaruh terhadap kulit. “Stres karena banyak di rumah bisa memicu jerawat dan dermatitis atau eksim,” kata dia dalam webinar bersama Noroid, Selasa.

Nora menganjurkan untuk rutin menggunakan pelembap agar kulit tidak cepat kering. Sementara untuk mencegah jerawat akibat stres, Anda disarankan melakukan aktivitas yang menenangkan seperti yoga, meditasi, dan tidur berkualitas.

Namun, jika mengalami eksim, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit demi memperoleh obat oles yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *